Perbedaan antara ESG dan CSR

Investor saat ini semakin tertarik dengan praktik lingkungan, sosial, dan kepemimpinan (ESG) perusahaan yang mereka investasikan. ESG adalah cara bagi investor untuk mengevaluasi keberlanjutan dan dampak sosial dari investasi mereka. Ini adalah konsep yang luas yang mencakup berbagai topik, termasuk dampak lingkungan perusahaan, perlakuan terhadap karyawan dan stakeholder lainnya, serta kepemimpinan dan etika bisnis secara keseluruhan.

Ingin tahu tentang ESG lebih dalam? Cek artikel Apa itu ESG

Meskipun ESG umumnya digunakan oleh investor, ESG juga terkait dengan konsep CSR. CSR mengacu pada cara perusahaan mengintegrasikan pertimbangan sosial dan lingkungan ke dalam operasi bisnis dan interaksi dengan stakeholder mereka. CSR dapat mencakup berbagai kegiatan, seperti filantropi, keberlanjutan, dan praktik bisnis yang etis.

 

Perbedaan Utamanya

Untuk menyimpulkan, CSR adalah suatu strategi yang diterapkan oleh perusahaan untuk memberikan dampak positif pada masyarakat
CSR membantu sebuah perusahaan untuk:

  1. Mengkomunikasikan komitmen bisnis yang berkelanjutan
  2. Membangun reputasi bisnis yang bertanggung jawab
  3. Menambah kredibilitas 
  4. Menambah loyalitas pelanggan

 

Sementara itu, ESG mengambil pendekatan yang lebih detail dalam mengukur keberhasilan perusahaan dalam hal keberlanjutan, seringkali dituntut oleh investor. ESG membantu perusahaan untuk menetapkan tujuan yang dapat diukur untuk menunjukkan progres mereka dalam perjalanan keberlanjutan dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja mereka. Stakeholders saat ini lebih menginginkan transparansi daripada target yang impresif. Mereka ingin mengerti perusahaan dengan lebih baik. Oleh karena itu, perusahaan tidak perlu ragu untuk melaporkan tujuan yang belum tercapai. Sebaliknya, perusahaan harus transparan tentang keberhasilan yang telah dicapai dan di mana masih ada kesempatan untuk peningkatan. Ingatlah, perkembangan lebih penting daripada kesempurnaan.
ESG membantu perusahaan dengan:

  1. Memenuhi regulasi dan permintaan yang ada dan akan datang
  2. Menanggapi perubahan iklim dan risiko sosial lainnya
  3. Mendapatkan pemahaman yang benar tentang risiko dan peluang perusahaan
  4. Menjadi lebih atraktif bagi investor
  5. Membuka peluang kompetitif
  6. Membangun kepercayaan di antara stakeholders seperti investor dan pelanggan
  7. Menghindari praktik greenwashing.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEN